Bahaya Limbah Domestik Bagi Manusia dan Alam Sekitar
Limbah domestik yaitu sisa pembuangan/limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga. Berdasarkan wujudnya, limbah domestik dibagi menjadi dua macam yaitu limbah cair dan limbah padat. Limbah padat domestik yaitu hasil pembuangan limbah rumah tangga yang berbentuk padat misalnya sampah yang setiap hari dihasilkan dari berbagai aktivitas manusia.
Air limbah domestik atau limbah cair adalah hasil buangan dari limbah rumah tangga (perumahan), bangunan perdagangan, perkantoran, dan beberapa sarana yang sejenis. Contoh dari limbah cair domestik adalah air detergen sisa cucian, air sabun, dan air tinja.
Jumlah limbah cair maupun limbah padat akan terus bertambah seiring dengan meningkatnya kegiatan manusia baik itu dalam rumah tangga, bangunan perdagangan hingga perkantoran dan sarana lainnya. Limbah domestik yang terakumulasi menjadi satu namun tidak ditangani dengan baik dan benar maka dapat mendatangkan masalah bagi kehidupan di lingkungan sekitar termasuk manusia itu sendiri.
Limbah cair dapat menyebabkan terjadinya pencemaran yang banyak menimbulkan berbagai kerugian bagi manusia dikarenakan sumber limbah cair rumah tangga bersifat organic yaitu dari sisa-sisa makanan dan detergen yang mengandung fosfor. Limbah cair ini dapat meningkatkan kadar BOD (Biochemical Oxygen Demand) dan pH air. Keadaan inilah yang menimbulkan kerugian bagi manusia dan alam sekitar/lingkungan.
Berikut ini adalah beberapa dampak yang dihasilkan dari limbah domestik, yaitu ;
- Dampak bagi kesehatan
Bakteri E. Coli adalah bakteri yang terdapat pada air limbah yang berasal dari toilet. Bakteri ini menyebabkan penyakit pencernaan seperti typhus, diare dan kolera. Jika jarak antara sumur dan tempat pembuangan atau septictank terlalu dekat dan tidak sesuai baku mutu, maka air sumur akan tercemar sebab limbah toilet dapat merembes ke dalam sumur.
- Dampak bagi lingkungan
Limbah cair yang mengandung bahan kimia misalnya detergen, dapat mempengaruhi tingkat keasaman tanah. Apabila limbah tersebut dibuang ke sungai maka akan mematikan tumbuhan dan hewan tertentu yang habitatnya di sungai. Kondisi ini dapat merusak ekologi sungai secara keseluruhan.
- Dampak dari aspek estetika
Tentu hal ini dapat menimbulkan masalah bau tidak sedap dan lingkungan yang kumuh serta kotor.


